Morning Briefing 29 Mei 2020

Dolar AS melemah ke level terendah dua bulan atas euro kemarin karena mata uang tunggal Eropa tersebut mendapat dukungan dari dana pemulihan pandemi sebesar 750 miliar euro yang diumumkan di tengah meningkatnya sentimen risk-on,  mendorong para investor untuk tetap mendukung aset berisiko. EUR/USD menguat 0,66% atas dollar menjadi 1,1078 per dolar AS. Dalam tiga sesi berturut-turut, mata uang tunggal Eropa tersebut sudah naik sekitar 1,6%. Eksekutif Uni Eropa meluncurkan rencana pada hari Rabu untuk mendukung ekonomi yang dihantam pandemi, berharap untuk mengakhiri perdebatan mengenai bagaimana cara mendanai pemulihan ekonomi. Euro terus terdorong oleh sentimen risiko global, bahkan ketika para pelaku pasar skeptis bahwa proposal dana pemulihan Uni Eropa akan menavigasi birokrasi tanpa cedera.

Morning Briefing 29 Mei 2020

Mata uang yang terkait sentimen risk-on, seperti dollar Australia dan Dollar Selandia Baru rentan terkoreksi hari ini. Investor berbalik pada risk aversion setelah presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia akan mengadakan konferensi pers terkait tindakannya terhadap China hari ini. Langkah Trump diambil setelah parlemen China mendukung undang-undang keamanan yang diusulkan untuk Hong Kong.

Emas rebound kemarin karena memburuknya hubungan bilateral AS-China setelah langkah Beijing untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong, meningkatkan kekhawatiran atas laju pemulihan ekonomi dan mendorong investor lari ke safe haven. Parlemen China mensahkan undang-undang nasional untuk Hong Kong kemarin, memicu kekhawatiran bahwa hal itu dapat membahayakan otonomi khusus dan kebebasannya. Harga emas spot naik 0,7% menjadi 1720,25 dan emas berjangka naik 0,6%.

Harga minyak menguat sekitar 2% kemarin karena peningkatan yang stabil dalam kegiatan penyulingan AS mengimbangi kenaikan cadangan minyak mentah dan diesel di tengah kekhawatiran bahwa undang-undang keamanan baru di Hong Kong dapat menyulut sanski perdagangan. Data semalam menunjukkan cadangan minyak AS naik 7,9 jut barel, menurut data dari Energy Information Administration (EIA). Di sisi lain, EIA melaporkan peningkatan produksi dan cadangan bensin mngalami penurunan dan persediaan minyak di pusat penyimpanan AS di Cushing, Oklahoma juga turun 3,4 juta barel. Harga minyak sudah rebound dalam beberapa minggu berkat harapan meningkatnya permintaan setelah pandemi Covid-19 mengurangi konsumsi konsumsi sekitar 30%. Meski begitu, permintaan minyak saat ini masih belum sepenuhnya pulih. Pasar juga masih dibayangi kekhawatiran mengenai ketegangan AS-China, serta ketidakpastian Rusia untuk berkomitmen pada pengurangan produksi lebih lanjut.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0