Morning Briefing 28 Mei 2020

Dollar bertahan terhadap euro kemarin, meski mata uang tunggal Eropa tersebut masih didukung oleh sentimen proposal paket pemulihan ekonomi untuk menolong negara-negara yang terdampak pandemi virus corona. Eksekutif Uni Eropa meluncurkan rencana 750 miliar euro ($ 825,23 miliar) pada hari Rabu untuk menopang perekonomian yang dihantam oleh krisis coronavirus, berharap bisa menyelesaiakan perbedaan pendapat mengenai bagaimana mendanai pemulihan di 27 negara blok tersebut. EUR/USD menguat 0,03% menjadi $1.09855, setelah sempat mencapai level 1.1031, tertinggi sejak 1 April. Euro sudah bangkit sejak anjlok di bulan Maret, ketika saat itu investor memburu safe haven di tengah tingginya volatilitas di pasar keuangan.

Morning Briefing 28 Mei 2020

Mata uang safe haven tertekan setelah investor mengabaikan ketegangan AS-China dan memburu asset-asset berisiko di tengah harapan ekonomi akan segera pulih dari pukulan pandemi virus corona. Sementara itu, USD/CHF menguat 0,3% setelah ketua Swiss National Bank (SNB) Thomas Jordan mengatakan bahwa bank sentral Swiss tersebut tetap akan menjalankan kebijakan akomodatif.

Harga emas turun ke level terendah dalam dua minggu kemarin karena semakin banyaknya negara-negara bagian AS membuka ekonomi, serta optimisme bahwa ekonomi global akan rebound. Harga emas spot melemah 0,1% menjadi $1709,50 per ons, setelah sempat menyentuh $1693,22, terendah sejak 12 Mei. Semua 50 negara bagian di AS telah membuka kembali ekonomi mereka sampai batas tertentu. Pada hari Selasa, Gubernur New Jersey Phil Murphy mengatakan negara bagian akan mengizinkan tim olahraga profesional untuk melanjutkan latihan dan kompetisi. Berita tersebut berhasil mengangkat bursa saham AS.

Harga minyak jatuh setelah American Petroleum Institute (API) merilis data cadangan minyak yang naik 8,731 juta barel, melawan prediksi penurunan 2,50 juta barel. Harga minyak WTI jatuh setelah rilis data tersebut, meski prospek rebalancing pasar minyak saat ini lebih positif dibandingkna dua minggu lalu, dengan banyaknya negara bagian di AS yang menerapkan pelonggaran lockdown, serta pemangkasan output oleh produsen minyak, termasuk Arab Saudi, Rusia dan Amerika Serikat. Saat ini produksi minyak AS sudah turun dari level tertinggi 13 Maret di 13,1 juta barel, menjadi 11,5 juta barel di 15 Mei. Selain itu, harga minyak juga jatuh karena munculnya ketegangan baru AS-China setelah China mengumumkan rencana untuk memberlakukan unda-undang kemanan nasinal di Hong Kong. Harga minyak jenis Brent turun 4,6% menjadi $34,52 dan minyak WTI turun 4,5% menjadi $32,81.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0