Daily Buletin 13 Juli 2020

Pamor Safe Haven Memudar, Dollar Tertekan Dolar merosot Jumat lalu, karena daya tarik safe-haven berkurang, di tengah harapan vaksin untuk virus corona, mengimbangi kekhawatiran mengenai lonjakan infeksi di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Lebih dari 60.500 kasus COVID-19 baru dilaporkan di AS pada hari Kamis, peningkatan harian terbesar di negara mana pun sejak pandemi muncul di Cina tahun lalu. Sementara itu, Gilead Sciences Inc mengatakan data tambahan dari penelitian tahap akhir menunjukkan antivirus dari remdesivir dapat mengurangi risiko kematian dan secara signifikan meningkatkan kondisi pasien COVID-19 yang sakit parah.

Daily Buletin 13 Juli 2020

Berita tersebut mengangkat bursa saham AS dan menekan dollar AS. Dollar juga jatuh setelah data PPI AS yang turun 0,2% di bawah perkiraan, setelah rebound 0,4% di Mei. Indeks dollar melemah 0,2% menjadi 96,66. Selama sepekan indeks tersebut jatuh sebesar 0,5%. 

Sterling Catat Penguatan Mingguan

Sementara permintaan safe haven meningkat, Sterling mampu mempertahankan gain selama sepekan. Investor membeli Pound karena faktor domestik dan global, sementara permintaan pasar untuk safe haven Dolar AS terbatas karena kekhawatiran pasar tentang bagaimana ekonomi AS menangani pandemi coronavirus. Sterling juga mendapat dukungan setelah rencana stimulus yang digagas Menkeu Rishi Sunak. 

Meski Jatuh di Jumat, Emas Masih Menguat Selama Sepekan

Harga emas turun di Jumat, namun masih mencatatkan kenaikan mingguan kelima berturut-turut, didorong oleh langkah-langkah stimulus AS untuk menangani pandemi dan melonjaknya infeksi baru dari virus corona. Emas berjangka AS turun 0,1%, menjadi $ 1,801,55 per ons. Emas berjangka sempat mencapai $ 1.829,80 pada hari Rabu, ter tinggi sejak September 2011, ketika naik ke rekor $ 1.911,60. Spot gold turun 0,2%, di $ 1,799.30. Selama sepekan, emas berjangka AS naik 0,8%, sementara emas spot naik 1,4%. 

Minyak Menguat Setelah IEA Menaikkan Proyeksi Permintaan

Harga minyak akhirnya ditutup menguat minggu lalu, setelah sempat tertekan karena melonjaknya jumlah kasus baru virus corona di dunia khususnya di AS. Data menunjukkan bahwa sudah lebih dari 3 juta warga AS terinfeksi vurus, dengan jumlah kematian lebih dari 133 ribu. Minyak juga sempat tertekan setelah EIA melaporkan cadangan minyak AS naik sebesar 5,65 juta barel. Namun, emas berbalik menguat pada hari Jumat setelah International Energy Agency (IEA) menaikkan perkiraan pemintaan minyak global tahun ini. IEA menaikkan perkiraan permintaan tahun ini menjadi 92,1 juta barel per hari (bph), naik 400.000 barel per hari dari perkiraan bulan lalu. Harga juga naik setelah data menunjukkan perusahaan-perusahaan energi AS memangkas jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi ke rekor terendah selama 10 minggu berturut- turut. Selama sepekan harga minyak WTI naik 0,7% dan Brent menguat 1%. 

Saham Asia Menguat Menjelang Hasil Earning

Mengawali perdagangan minggu ini, saham Asia bergerak di jalur hijau karena ekpektasi bahwa earning beberapa perusahaan AS akan diatas perkiraan, di mana sebelumnya telah diturunkan karena adanya lockdown virus corona. Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang menguat 0,15%, setelah minggu lalu naik ke level tertinggi lima bulan berkat penguatan saham-saham China. Indeks Nikkei naik 1,3%. 

Fokus Minggu ini: BoJ, BoC dan ECB Meeting, PDB China & Data Ketengakerjaan Australia

Minggu ini merupakan event bank sentral, dimana ada ga bank sentral yang akan menggelar rapatnya, yaitu BoJ, BoC dan ECB. Diperkirakan tidak ada perubahan kebijakan pada bank-bank sentral tersebut, namun investor akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan ke depan. Selain itu, ada beberapa data yang layak disimak, antara lain PDB China, data ketenagakerjaan Australia dan retail sales AS.

Trading Idea

1. EUR/USD

2. USD/JPY

3. GBP/USD

4. AUD/USD

5. USD/CHF

6. GOLD

7. OIL

8. DOW JONES

Economic Calendar

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
2
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0